300x250 AD TOP

Showing posts with label Said ibn Zaid. Show all posts
Showing posts with label Said ibn Zaid. Show all posts

19.6.15

Tagged under: ,

Said ibn Zaid : Seorang Pemeluk Agama Hanif

jejakperadaban.com | Sirah Sahabat Nabi
Said ibn Zaid : Pemeluk Agama Hanif

Said ibn Zaid adalah seorang sahabat Nabi dari suku Quraisy, keturunan Bani Adi. Ayahnya bernama Zaid ibn Amr ibn Nufail dan ibunya Fatimah bint Ba’jah al-Khuza’iyah. Ia adalah suami Fatimah bint al-Khattab—adik perempuan Umar ibn al-Khattab. Said dan Fatimah menjadi sebab masuk islam-nya Umar r.a. Said kerap disapa dengan panggilan Abul A’war.

Khabbab ibn al-Arats sering mengunjungi rumah said ibn Zaid untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada pasangan itu. Suatu hari ketika mereka membaca surah Thaha, tiba-tiba pintu rumah digedor keras, Khabbab segera bersembunyi di sudut rumah, sementara Fatimah buru-buru membuka pintu. Ternyata di depan pintu telah berdiri kakaknya sendiri, Umar ibn al-Khattab, dengan pedang terhunus ditangan. Raut mukanya memerah menunjukan kemarahan. Seujurs kemudian Umar berkata, “Benarkah omongan yang kudengar bahwa kalian telah mengikuti Muhammad dan ajarannya?”

Mereka tak menjawab, diam seribu bahasa. Umar berkata lagi, “Perlihatkan kepadaku mushaf yang kalian barusan baca.”

Mereka berusaha menyembunyikan mushaf itu. Ketiak kemarahannya memuncak, Umar melayangkan tinju kepada Said ibn Zaid hingga jatuh tersungkur. Saat Fatimah mencoba menjauhkan Said dari Umar, Fatimah pun ditampar dengan keras hingga hidungnya mengeluarkan darah. Mushaf yang ia pegang pun terjatuh. Melihat darah yang keluar dari sela-sela bibir adiknya, kemarahan Umar reda dan ia diam terpaku.

Dengan suara yang tidak lagi keras Umar berkata, “Berikan mushaf itu agar aku bisa melihat isinya. Aku berjanji akan mengembalikannya kepadamu.”

Fatimah menjawab, “Kau adalah najis yang kotor, kau tidak pantas menyentuh sebelum bersuci.” Umar pun bersuci mengikuti petunjuk Fatimah. Setelah itu ia membuka mushaf Al-Qur’an dan membaca firman Allah:

Thaha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an agar kamu menjadi susah. (QS. 1-2)






Umar berkata, “Betapa indah rangkaian kata-kata ini!”

Saat mendengar ucapan Umar, Khabbab keluar dari persembunyiannya dan mengajak Umar ke rumah al-Arqam ibn Abu al-Arqam, tempat Nabi saw, berkumpul dengan para sahabat. Umar mengikuti langkah kaki Khabbab, dan setibanya di sana ia langsung menyatakan keimanannya di hadapan Rasulullah saw, Sejak keislaman Umar, kekuatan kaum muslim semakin kokoh.

Selama hidupnya Said mengikuti berbagai peristiwa bersama Rasulullah saw. namun, ia dan Thalhah tidak ikut serta dalam Perang Badar, karena Nabi saw. mengutus mereka ke Syam untuj mempelajari dan mengetahui keadaan negeri itu. Keduanya termasuk dalam sepuluh orang yang dijamin masuk surga.

Said adalah orang yang dikabulkan do’anya. Ia pernah dituduh mengambil tanah milik seorang wanita bernama Awra bint Aus, dan diadukan kepada Marwan ibn al-Hakam penguasa Madinah. Said bilang kepada Marwan, “Apakah engkau melihatku menzaliminya? Sedangkan aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa yang menzalimi (mengambil) sejengkal tanah maka pada hari kiamat akan dikalungkan kepadanya tujuh (lapis) bumi.’ Ya Allah, jika wanita ini berdusta maka jangan Kau wafatkan ia sebelum buta, dan jadikan kuburnya di dalam sumurnya.”

Doanya dikabulkan oleh Allah sehingga tidak lama selang wanita itu jatuh ke dalam sumur setelah mengalami kebutaan.

Said ibn Zaid ikut dalam Perang Yarmuk dan pengepungan Damaskus. Ia wafat di al-Aqiq, sebuah daerah yang tak jauh dari Madinah. Ibn Umar termasuk di antara sahabat yang ikut menyalati jenazahnya. Semoga Allah merahmatinya.[]