300x250 AD TOP

24.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #11 : Tahapan Dakwah Islamiyah - Dakwah Secara terang-terangan (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #11 : Dakwah secara terang-terangan.

Setelah dakwah secara rahasia yang Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam lakukan kurang lebih selama ~3 atau 4 tahun, kemudian secara berangsur-angsur manusia; wanita dan lelaki memeluk Islam, sehingga berita tentang Islam tersiar di Mekkah dan menjadi bahan perbincangan, Allah memerintahkan beliau untuk menyampaikan risalah dan mengajak orang kepada Islam secara terang-terangan. Allah berfirman,
Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang Musyrik. (QS. Al-Hijr : 94)
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. (QS. Asy-Syu'araa' : 214-215)
Dan katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas" (QS. Al-Hijr : 89)
Tidak berpikir terhadap apa yang akan terjadi pada dirinya --karena ini perintah dari Allah- beliau langsung melaksanakannya. Naiklah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam ke atas bukit Shafa lalu berkata: "Wahai Bani Fihr, wahai Bani 'Adi," sehingga mereka berkumpul, lalu beliau melanjutkan seruannya, "Bagaimanakah jika aku katakan dibalik bukit ini ada sepasukan kuda musuh yang hendak menyerang kalian? Apakah kalian akan mempercayaiku?"

"Ya" jawab mereka, "Kami tak pernah melihat engkau berdusta, wahai Muhammad."

"Maka ketahuilah," Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallaam melanjutkan, "Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan kepada kalian dari siksa yang pedih"

Sontak seseorang dari mereka, Abu Lahab memotong, "Sungguh celaka kamu. Hanya untuk inikah kamu mengumpulkan kami?"

Allah membalas perkataanya dengan menurunkan firman-Nya,
Binasalah kedua belah tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia benar-benar binasa... (QS. Al-Lahab)"
Kemudian Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam menyeru kepada kerabat terdekatnya. Beliau berkata : "Wahai Bani Ka'b bin Lu'ay, selamatkanlah diri kalian dari api neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka'ab, selematkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Abdi Syams, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Bani Abdul Muththalib, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Fatimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Sesungguhnya, aku tak akan dapat membela kalian di hapadan Allah, selain bahwa kalian mempunyai tali kekeluargaan yang akan aku sambung dengan hubungannya".

Bagian 2

22.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #10 : Tahapan Dakwah Islamiyah - Dakwah Secara Rahasia (2/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #10 : Dakwah secara rahasia.

Beberapa ibrah atau pelajaran yang dapat diambil dari tahapan dakwah ini dapat diperinci sebagai berikut:

1. Sebab sirriyah pada permulaan dakwah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam selama tahun-tahun pertama bukanlah karena beliau khawatir terhadap dirinya, sebab setelah beliau menerima amanah dakwah ini --dengan menerima wahyu pertama- beliau telah diingatkan oleh Allah, "Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berikanlah peringatan".

Saat itu Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam sadar, bahwa amanah ini Allah beri bukan tanpa penjagaan dan perlindungan. Beliau yakin bahwa Allah yang mengutus dan membebaninya dengan tugas ini mampu melindungi dan menjaganya dari gangguan manusia; pun ini berarti jika Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam diperintahkan oleh-Nya untuk langsung berdakwah secara terang-terangan maka beliau takkan menunda barang sebentar, meski beliau harus menghadapi resiko kematian.

Tetapi Allah memberikan Ilham kepada beliau agar memulai dakwahnya secara rahasia dan tersembunyi; dan agar dakwah ini sampai pada mereka yang diyakini akan percaya dan menerima.  Ini dimaksudkan sebagai satu pelajaran dan bimbingan para da'i sesudahnya agar merumuskan strategi dan sarana-prasarana secara cermat untuk mencapai sasaran dan tujuan dakwah. Tetapi hal ini tentu tak boleh menguras rasa tawakkal kita kepada Allah, karena dialah Sang Pemberi Hidayah.

2. Orang-orang yang pertama masuk Islam dan hikmahnya. Sirah menyebutkan bahwa yang pertama kali masuk Islam kebanyakan adalah kaum fakir, lemah, dan budak. Lantas apa hikmah dari kenyataan ini? Apa rahasia tegaknya pilar-pilar Islam yang dibangun dari orang-orang seperti ini?

Kita juga sudah mengetahui bahwa ummat yang mengikuti Nabi Nuh 'alayhissalaam menaiki bahtera, hanya orang-orang 'kecil' diantara ummatnya.
..."Kami tak melihat engkau, melainkan sebagai manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina diantara kami yang lekas percaya... (QS. Hud : 27)
 Begitupun terjadi pada kaumnya Nabi Shaleh 'alayhissalaam; tsamud. Sesungguhnya hakikat dari ini adalah bahwa agama yang dibawa oleh semua Nabi dan Rasul Allah menolak kekuasaan manusia atas manusia yang lain dan kembali pada kekuasaan Allah semata. Sehingga otomatis reaksi penolakan terhadap ajakan-ajakan ini banyak meletus diantara kaum-kaum elite.

Tetapi perlu digarisbawahi bahwa mereka yang 'kecil', yang telah memeluk Islam, tidaklah beriman dengan suatu keterpaksaan. Mereka beriman dengan kesadaran penuh bahwa inilah sebuah kebenaran --selain juga ingin terbebas dari tiran-.

Wallahu a'lam

Kembali ke bagian 1
Tagged under: ,

Sirah Nabawi #10 : Tahapan Dakwah Islamiyah - Dakwah Secara Rahasia (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #10 : Dakwah secara rahasia.

Tahapan dakwah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasalaam sedikitnya dibagi kedalam empat tahapan.

1. Dakwah secara rahasia.
2. Dakwah secara terang-terangan dengan lisan.
3. Dakwah secara terang-terangan dengan peperangan melawan mereka yang menyerang.
4. Dakwah secara terang-terangan dengan peperangan melawan mereka yang menghalangi penyebaran Islam atau menghalangi seseorang untuk masuk Islam.

Adapun disini akan dijelaskan tahapan dakwah yang pertama, yakni dakwah secara rahasia.

Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallaam mengajak ummat manusia untuk menyembah hanya kepada-Nya saja dan meninggalkan sesembahan-sesembahan mereka yang berupa patung; berhala. Tetapi dakwah pertama yang dilakukan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam adalah secara rahasia. Ini terjadi karena beliau ingin menghindari tindakkan buruk orang-orang Quraisy yang fanatik dengan kemusyrikan dan paganismenya. Tiada Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam tampakkan dakwah melainkan hanya kepada saudara atau kerabat yang telah memiliki hubungan dekat dengannya.

Orang-orang yang pertama kali masuk Islam, mereka --sebagian diantara ini dan ini ataupun dalam sumber ini disebutkan Khadijah binti Khuwailid, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Harits dan anak angkatnya, Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa'ad bin Abi Waqqash dan lainnya- bertemu dengan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam secara rahasia. Apabila salah seorang diantara mereka ingin melaksanakan ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Mekkah; bersembunyi dari Quraisy.

Hingga saat pemeluk Islam telah lebih dari ~30 lelaki dan wanita, Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallaam memilih rumah salah satu diantara mereka untuk berdakwah; yaitu rumah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam sebagai tempat pertemuan untuk mengadakan pembinaan dan pengajaran. Dakwah rahasia ini menghaslkan ~40 orang lelaki dan wanita memeluk Islam. Kebanyakan dari mereka adalah kaum fakir, budak, dan orang Quraisy yang tak ada kedudukan.

Bagian ke-2

20.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #9 : Pengikut Islam paling dulu (2/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #9 : Pengikut Islam paling dulu

Setelah Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu masuk Islam, beberapa orang Quraisy masuk islam berkat dakwah beliau. Diantaranya:

1. Ustman bin Affan
2. Az-Zubayr bin Awwam
3. Abdurrahman bin Auf
4. Saad bin Abi Waqqash
5. Thalhah bin Ubaydillah


Setelah mereka berlima merespon positif terhadap dakwah Abu Bakar, beliau membawa mereka kepada Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam, masuk Islam, dan mendirikan shalat berjamaah.

Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam bersabda,
"Setiap aku mengajak seseorang kepada Islam biasanya ia tidak langsung memberikan jawaban, kecuali Abu Bakar. Ia tidak lambat merespon dan tidak ragu-ragu ketika aku mengajaknya kepada Islam."
6. Abu Ubaidah
7. Abu Salamah
8. Al-Arqam bin Abu Al-Arqam
9. Utsman bin Madz'un --beserta dua saudara lelakinya- yaitu,
10. Qudamah, dan
11. Abdullah
12. Ubaidah bin Al-Harits
13. Sa'id bin Zaid --beserta istrinya yg merupakan adik Umar bin Khaththab- yaitu,
14. Fathimah binti Khaththab
15. Asma' binti Abu Bakar, dan
16. 'Aisyah binti Abu Bakar --ketika itu masih anak-anak-
17. Khabbab bin Al-Arat --sekutu Bani Zuhrah-
18. Umair bin Abu Waqqash --saudara Saad bin Abu Waqqash-
19. Abdullah bin Mas'ud
20. Mas'ud Al-Qari
21. Salith bin Amr --beserta saudaranya- yaitu,
22. Hathib bin Amr
23. Ayyash bin Abu Rabi'ah --beserta istrinya- yaitu,
24. Asma' binti Salamah
25. Khunais bin Hudzhafah
26. Amir bin Rabi'ah
27. Abdullah bin Jahsy --beserta saudaranya- yaitu,
28. Abu Ahmad bin Jahsy
29. Ja'far bin Abdul Muthalib --beserta istrinya- yaitu,
30. Asma binti Umais
31. Hathib bin Al-Harits --beserta istrinya- yaitu,
32. Fathimah binti Al-Mujallal --dan saudaranya-
33. Haththab bin Al-Harits --disertai istrinya- yaitu,
34. Fukaihah binti Yasar
35. Ma'mar bin Al-Harits
36. As-Saib bin Utsman
37. Al-Muthalib bin Azhar --beserta istrinya- yaitu,
38. Ramlah binti Abu Auf
39. An-Nahham
40. Amir bin Fuhairah
41. Khalid bin Sa'id
42. Umainah binti Khalaf
43. Abu Hudzaifah bin Rabi'ah
44. Waqid bin Abdullah
45. Khalid
46. Amir
47. Iyas
48. Ammar
49. Shuhaib bin Sinan

Adapun riwayat lain mengatakan bahwa yang termasuk kepada As-sabiqun Al-Awwalun adalah sebagai berikut




Wallahu a'lam

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #9 : Pengikut Islam paling dulu (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #9 : Pengikut Islam paling dulu

1. Khadijah
Khadijah radhiyallaahu 'anha mengimani dan membenarkan setiap apa yang Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam bawa dari Allah serta memberikan dukungan sepenuhnya kepada beliau; jiwa, raga, harta, semuanya.

Khadijah radhiyallaahu 'anha adalah wanita pertama yang memeluk Islam. Dengan masuk Islamnya Khadijah, beban Rasulullah  shalallaahu 'alayhi wasallaam meringan. Jika Rasulllah  shalallaahu 'alayhi wasallaam mendengar umpatan dan cacian yang membuatnya sedih, Allah menghilangkan kesedihannya melalui Khadijah; khadijah memotivasi, meringankan bebannya, dan anggap remeh setiap reaksi negatif terhadap Rasulullah  shalallaahu 'alayhi wasallaam

Rasulullah  shalallaahu 'alayhi wasallaam bersabda,
"Aku membawa kabar gembira kepada Khadijah berupa rumah dari qahshab (mutiara yang berlubang) yang didalamnya tak ada suara riuh & kelelahan" (HR. Ahmad)
2. Ali bin Abi Thalib
Lelaki pertama yang mengimani Rasulullah  shalallaahu 'alayhi wasallaam, shalat bersama, dan membenarkan risalahnya adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhu. Saat itu ia berumur 10 tahun.

Diantara karunia yang Allah berikan pada Sahabat Ali adalah ia mendapatkan didikan langsung dari Rasulullah  shalallaahu 'alayhi wasallaam. Ali tinggal bersama beliau sampai diutus Allah sebagai utusan-Nya. Ali mengikuti, beriman, dan membenarkan beliau.

3. Zaid bin Haritsah
Lelaki kedua yang masuk Islam; Zaid adalah mantan budak Rasulullah  shalallaahu 'alayhi wasallaam. Dialah kalangan laki-laki yang ikut shalat bersama setelah Ali bin Abi Thalib.

4. Abu Bakar
Menyusul Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu bin Abu Quhafah masuk Islam. Nama aslinya adalah Abdullah; Atiq adalah julukannya, karena ganteng dan pembebasan budak yang sering ia lakukan.

Ketika Abu bakar masuk Islam, ia tampakkan keislamannya, dan berdakwah untuk Allah dan Rasul-Nya. Abu Bakar adalah orang yang dicintai, dihormati, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Dia orang Quraisy yang paling ahli tentang nasab, kondisi dan situasi, kebaikan-keburukan orang-orang Quraisy; ia juga pebisnis yang berakhlak.