![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Setelah dakwah secara rahasia yang Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam lakukan kurang lebih selama ~3 atau 4 tahun, kemudian secara berangsur-angsur manusia; wanita dan lelaki memeluk Islam, sehingga berita tentang Islam tersiar di Mekkah dan menjadi bahan perbincangan, Allah memerintahkan beliau untuk menyampaikan risalah dan mengajak orang kepada Islam secara terang-terangan. Allah berfirman,
Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang Musyrik. (QS. Al-Hijr : 94)
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. (QS. Asy-Syu'araa' : 214-215)
Dan katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas" (QS. Al-Hijr : 89)Tidak berpikir terhadap apa yang akan terjadi pada dirinya --karena ini perintah dari Allah- beliau langsung melaksanakannya. Naiklah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam ke atas bukit Shafa lalu berkata: "Wahai Bani Fihr, wahai Bani 'Adi," sehingga mereka berkumpul, lalu beliau melanjutkan seruannya, "Bagaimanakah jika aku katakan dibalik bukit ini ada sepasukan kuda musuh yang hendak menyerang kalian? Apakah kalian akan mempercayaiku?"
"Ya" jawab mereka, "Kami tak pernah melihat engkau berdusta, wahai Muhammad."
"Maka ketahuilah," Rasulullaah shalallaahu 'alayhi wasallaam melanjutkan, "Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan kepada kalian dari siksa yang pedih"
Sontak seseorang dari mereka, Abu Lahab memotong, "Sungguh celaka kamu. Hanya untuk inikah kamu mengumpulkan kami?"
Allah membalas perkataanya dengan menurunkan firman-Nya,
Binasalah kedua belah tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia benar-benar binasa... (QS. Al-Lahab)"Kemudian Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam menyeru kepada kerabat terdekatnya. Beliau berkata : "Wahai Bani Ka'b bin Lu'ay, selamatkanlah diri kalian dari api neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka'ab, selematkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Abdi Syams, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Bani Abdul Muththalib, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Fatimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Sesungguhnya, aku tak akan dapat membela kalian di hapadan Allah, selain bahwa kalian mempunyai tali kekeluargaan yang akan aku sambung dengan hubungannya".
Bagian 2
