300x250 AD TOP

22.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #10 : Tahapan Dakwah Islamiyah - Dakwah Secara Rahasia (2/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #10 : Dakwah secara rahasia.

Beberapa ibrah atau pelajaran yang dapat diambil dari tahapan dakwah ini dapat diperinci sebagai berikut:

1. Sebab sirriyah pada permulaan dakwah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam selama tahun-tahun pertama bukanlah karena beliau khawatir terhadap dirinya, sebab setelah beliau menerima amanah dakwah ini --dengan menerima wahyu pertama- beliau telah diingatkan oleh Allah, "Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berikanlah peringatan".

Saat itu Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam sadar, bahwa amanah ini Allah beri bukan tanpa penjagaan dan perlindungan. Beliau yakin bahwa Allah yang mengutus dan membebaninya dengan tugas ini mampu melindungi dan menjaganya dari gangguan manusia; pun ini berarti jika Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam diperintahkan oleh-Nya untuk langsung berdakwah secara terang-terangan maka beliau takkan menunda barang sebentar, meski beliau harus menghadapi resiko kematian.

Tetapi Allah memberikan Ilham kepada beliau agar memulai dakwahnya secara rahasia dan tersembunyi; dan agar dakwah ini sampai pada mereka yang diyakini akan percaya dan menerima.  Ini dimaksudkan sebagai satu pelajaran dan bimbingan para da'i sesudahnya agar merumuskan strategi dan sarana-prasarana secara cermat untuk mencapai sasaran dan tujuan dakwah. Tetapi hal ini tentu tak boleh menguras rasa tawakkal kita kepada Allah, karena dialah Sang Pemberi Hidayah.

2. Orang-orang yang pertama masuk Islam dan hikmahnya. Sirah menyebutkan bahwa yang pertama kali masuk Islam kebanyakan adalah kaum fakir, lemah, dan budak. Lantas apa hikmah dari kenyataan ini? Apa rahasia tegaknya pilar-pilar Islam yang dibangun dari orang-orang seperti ini?

Kita juga sudah mengetahui bahwa ummat yang mengikuti Nabi Nuh 'alayhissalaam menaiki bahtera, hanya orang-orang 'kecil' diantara ummatnya.
..."Kami tak melihat engkau, melainkan sebagai manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina diantara kami yang lekas percaya... (QS. Hud : 27)
 Begitupun terjadi pada kaumnya Nabi Shaleh 'alayhissalaam; tsamud. Sesungguhnya hakikat dari ini adalah bahwa agama yang dibawa oleh semua Nabi dan Rasul Allah menolak kekuasaan manusia atas manusia yang lain dan kembali pada kekuasaan Allah semata. Sehingga otomatis reaksi penolakan terhadap ajakan-ajakan ini banyak meletus diantara kaum-kaum elite.

Tetapi perlu digarisbawahi bahwa mereka yang 'kecil', yang telah memeluk Islam, tidaklah beriman dengan suatu keterpaksaan. Mereka beriman dengan kesadaran penuh bahwa inilah sebuah kebenaran --selain juga ingin terbebas dari tiran-.

Wallahu a'lam

Kembali ke bagian 1

0 comments:

Post a Comment