300x250 AD TOP

16.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #4 : Perjalanan pertama ke Syam dan pertemuan dengan pendeta Bahira (2/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #4 : Perjalanan pertama ke Syam dan pertemuan dengan pendeta Bahira.

Tatkala mereka selesai makan, rombongan Quraisy berpencar. Sementara Bahira mendekati Rasulullah shallaahu 'alayhi wasallam (pada saat itu belum menjadi Nabi) dan bertanya, "Wahai anak muda, dengan menyebut Al-Lata dan Uzza aku mananyakan pada engkau dan hendaknya engkau menjawab pertanyaanku" Bahira katakan seperti itu karena Bahira mendengar bahwa kaum Quraisy bersumpah dengan Latta dan Uzza.

Ada yang meriwayatkan bahwa beliau shallaahu 'alayhi wasallam menjawab, "Janganlah sekali-kali engkau bertanya dengan menyebutkan mereka, Demi Allah tak ada yang aku benci selain mereka."

Lalu Bahira bersumpah dengan Nama Allah, "Demi Allah..." dan beliau shallaahu 'alayhi wasallam pun mempersilakan Bahira bertanya. Satu persatu pertanyaan Bahira beliau shallaahu 'alayhi wasallam jawab, dan setiap jawabannya sesuai dengan pengetahuan Bahira perihal kenabian. Kemudian Bahira melihat punggung Rasulullah shallaahu 'alayhi wasallam dan ia melihat tanda kenabian diantara kedua pundaknya (Tanda kenabian Rasulullah shallaahu 'alayhi wasallam seperti bekas bekam)

Setelah itu, Bahira bertanya kepada Abu Thalib, "Apakah anak muda ini anakmu?"

"Ya, Benar" jawab Abu Thalib.

"Tidak!" Bahira melanjutkan, "dia bukanlah anakmu. Anak muda ini sepatutnya tidak memiliki ayah yang masih hidup."

"O, ya dia adalah anak saudaraku." kata Abu Thalib.

"Katakan padaku apa yang dilakukan ayahnya?" tanya Bahira.

"Dia telah meninggal ketika ibu anak ini mengandungnya."

Bahira berkata, "Anda benar, bawalah dia pulang ke negerinya dan jagalah dia dari orang-orang yahudi. Jika mereka melihatnya di sini, pasti akan dijahatinya. Sesungguhnya anak saudaramu akan menjadi orang yang besar."

Kemudian Abu Thalib cepat-cepat membawa Muhammad remaja kembali ke Mekah. Dan menjaganya

Wallau a'lam

0 comments:

Post a Comment