![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Ibnu Ishaq berkata : beberapa orang Quraisy mendatangi --tokoh senior diantara mereka- Al-Walid bin Al-Mughirah. Pada pertemuan tersebut Al-Walid berkata, "Wahai orang-orang Quraisy, musim haji akan segera tiba dan bangsa Arab akan berduyun datang ke tempat kalian. Mereka mengetahui banyak sepak terjang sahabat kalian ini --Muhammad- Oleh sebab itulah, aku harap kalian bersatu padu. Jangan berpecah belah.
Orang Quraisy berkata : "Wahai Abu Abdu Syams, utarakan pada kami apa pendapatmu; dan itu pasti menjadi pendapat yang kami ikuti!".
Al-Walid berkata : "Silakan kalian utarakan pendapat kalian dulu. Aku akan mendengarkan".
Orang Quraisy berkata : "Kita akan buat isu bahwa Muhammad adalah seorang dukun."
Al-Walid berkata : "Demi Allah itu isu konyol, sebab ucapannya bukan seperti ucapan seorang dukun, bukan pulan sajaknya".
Orang Quraisy berkata : "Bagaimana kalau seorang yang gila?".
Al-Walid berkata : "Tidak, itu lebih konyol lagi".
Orang Quraisy berkata : "Bagaimana kalau penyair?".
Al-Walid berkata : "Bukan, ia bukan penyair. Kita sudah tau apa yang ia ucapkan bukanlah syair".
Orang Quraisy berkata : "Bagaimana kalau penyihir?".
Al-Walid berkata : "Tidak, sebab Muhammad tak ada kaitannya dengan sihir".
Orang Quraisy berkata : "Lalu jika demikian, utarakanlah apa pendapatmu?!".
Al-Walid berkata : "Demi Allah, ucapan Muhammad itu demikian indah nan syahdu juga mengandung kekuatan. Tetapi dia bukanlah seorang penyair, apalagi dukun. Maka jika kalian sebarkan isu seperti diatas dapat disimpulkan bahwa ucapan kalian adalah dusta. Sesungguhnya dari perkataan kalian yang paling mengena adalah isu bahwa Muhammad adalah penyihir. Ia membawa sihir yang memisahkan seseorang dari keluarganya. Mereka bercerai-berai akibat kekuatan sihirnya".
Maka ketika bangsa Arab melaksanakan haji, orang-orang Quraisy duduk di jalan-jalan umum. Tidaklah salah seorang melintasi mereka melainkan mereka sebarkan bahwa Muhammad adalah penyihir.
Kemudian Allah menurunkan firman untuk Al-Walid,
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak dan anak-anak yang selalu bersama dia, dan Kulapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya, kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (QS. Al-Mudatsir : 11-16)Wallahu a'lam

0 comments:
Post a Comment