![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Tatkalan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam berumur 40 tahun, Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi semesta, penerang bagi yang tengah berada dalam gulita, pembawa kabar gembira bagi para mukmin, dan ancaman bagi yang kafir.
'Aisyah radhiyallaahu 'anha pernah berkata, "Sesungguhnya wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam ketika Allah hendak memberi kemuliaan padanya dan rahmat bagi hamba-hambaNya melalui perantaranya, ialah dengan mimpi yang benar. Tidaklah sekali-kali beliau bermimpi kecuali ia melihat kejadiannya laksana matahari yang merekah pagi hari"
"Mulai saat itu, " lanjut 'Aisyah radhiyallaahu 'anha "Allah menjadikan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam suka menyendiri dan tidak ada pekerjaan yang lebih disukai selain menyendiri"
Sebagian riwayat mengatakan, "Sesungguhnya Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam, ketika Allah berkehendak memuliakannya dan menganugerahkan kenabian padanya; ketika beliau mau buang hajat, beliau pergi ke tempat yang jauh dari rumah-rumah penduduk hingga berhenti di Syi'ab Mekkah, dan lembah-lembahnya. Dan tidaklah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam melewati sebongkah batu dan sebatang pohon kecuali keduanya berkata, "Assalamu'alayka ya Rasulullah."
Hingga suatu saat, Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam sedang menyendiri di Gua Hira' pada bulan Ramadhan yang mulia. Seperti kebiasaanya pada tahun-tahun sebelumnya; (Menyendiri sebulan penuh merupakan tahannuts/tabarrur/pembersihan diri yang biasa dilakukan orang-orang Quraisy pada zaman Jahiliyyah). Beliau menyuguhkan makanan kepada orang-orang miskin yang mendatangi beliau.
Usai melakukan hal itu, beliau pergi ke Ka'bah dan melakukan thawaf 7 kali atau lebih, kemudian beliau pulang ke rumah. Begitulah yang terus terjadi setiap tahun sampai Allah mengutusnya sebagai seorang Nabi.

0 comments:
Post a Comment