300x250 AD TOP

14.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #1 : Alasan dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya Islam (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #1 : Alasan Dipilihnya Jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya Islam.

Subhanak, Maha suci Engkau ya Rabb yang tak pernah salah, semuanya telah terukur~

Untuk menjelaskan kenapa dipilihnya jazirah Arab sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya Islam, perlu diketahui letak geografis jazirah Arab dan tabiat bangsa Arab sebelum hadirnya Islam yang dibawa Nabi Muhammad shallalahu 'alayhi wasallaam.

Jazirah Arabia terletak diantara negara-negara adidaya yang tengah berkuasa, yaitu Persia dan Romawi. Kemudian setelahnya ada India dan Yunani.

Persia bak ladang subur berbagai khayalan, keagaman, dan filosof saling bertentangan. Zoroasterisme, adalah paham yang dianut oleh penguasa Persia. Ajaran utamanya adalah mengutamakan perkawinan seseorang dengan ibunya, anak perempuannya atau saudaranya.

Selain itu di Persia terdapat ajaran Mazdakia, menurut Imam Syahrustani, ajaran ini berdasar pada filsafat lain. Diantara ajarannya adalah menjadikan harta dan manusia sebagai serikat. Bebas dibagi-bagi. Ajaran ini disambut gempita oleh para pengumbar Hawa Nafsu.

Sementara Romawi, tengah terjerembab pada paham kolonialisme. Negeri ini terlibat pertentangan agama, Romawi dan Nasrani. Ketimpangan negeri ini tak kalah bejatnya. Mereka berambisi mengembangkan agama kristen dan mempermainkannya sesuai hawa nafsu yang serakah.

Jika bicara Yunani, tentu kita telah tau bahwa negeri ini tenggelam dalam mitos-mitos verbal yang tak memberi manfaat sedikitpun.

Demikian pula India, sebagai mana dikatakan Abul Hasan an-Nadawi dan telah disepakati bahwa negeri ini sedang berada pada puncak kebejatan disegala sisi, agama, akhlak, maupun sosial.

Perlu digaris bawahi, kemerosotan-kemerosotan yang dialami negeri-negeri tersebut adalah karena satu hal yaitu, karena peradaban dan kebudayaan mereka didasarkan pada nilai-nilai materialistik semata, tanpa ada satupun nilai moral yang dapat mengarahkan mereka ke jalan yang benar.

Bagian ke-2

0 comments:

Post a Comment