![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Disamping bi'tsah (pengangkatan) setiap Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad shalallaahu 'alayhi wasallaam adalah terkhusus bagi ummat pada zamannya, tentulah syariat-syariatnya pun dikhususkan pada ummat yang hidup pada zaman itu, sesuai dengan kondisi ummat tersebut.
Musa 'alayhissalaam misalnya, diutus kepada Bani Israil. Bani Israil memerlukan syariat yang ketat bukan rukhshah (keringanan); atau seperti yang Nabi Khidir 'alayhissalaam ajarkan kepada Musa yang termaktub dalam surat Al-Kahfi ayat 65-82. Setelah kurun beberapa waktu, diutuslah Nabi Isa 'alayhissalaam kepada mereka dengan membawa syari'at yang agak longgar. Firman Allah kepada Isa 'alayhissalaam
"Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu..." (QS. Al-Imran: 50)Simpulannya, dalam Aqidah, para Rasul secara turun temurun tugasnya tiada lain hanyalah menegaskan kembali Aqidah yang pernah dibawa oleh Rasul sebelumnya, tanpa perubahan sama sekali; dalam syari'at setiap Rasul menghapuskan syari'at sebelumnya kecuali hal-hal yg ditegaskan oleh syari'at yang datang kemudian, atau diperbolehkan/didiamkan.
Wallahu a'lam

0 comments:
Post a Comment