![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Pernah suatu ketika, Abu Jahal berjalan melewati Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam di bukit Shafa. Ia menganggau beliau, mencaci, dan memaki beliau dengan sangat hina. Ketika itu mantan budak wanita Abdullah bin Jud'an menyaksikan apa yang dilakukan Abu Jahal pada beliau.
Usai puas mengumpat Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam Abu Jahal berlalu pergi untuk melakukan pertemuan dengan para petinggi Quraisy di balai; di samping Ka'bah.
Tak lama kemudian Hamzah bin Abdul Muththalib datang dengan memanggul panahnya. Rupanya ia usai pulang dari berburu. Ia adalah sosok yang suka berburu. Apabila pulang dari perburuan Ia tidak langsung menuju ke rumah, tetapi ia melakukan thawaf terlebih dahulu di Ka'bah; biasanya setelah melakukan thawaf, Hamzah mengucapkan salam kepada orang-orang Quraisy yang sedang mengadakan pertemuan di balai untuk kemudian berbincang ringan dengan mereka.
Hamzah adalah anak muda yang disegani di antara orang-orang Quraisy. Ketika ia hendak pulang ke rumah, ia melewati mantan budak wanita tadi dan menceritakan segala apa yang disaksikannya kepada Hamzah.
Mantan budak itu berkata : "Wahai Abu Umarah, andai saja engkau tadi saksikan apa yang dilakukan Abu Al-Hakam bin Hisyam kepada keponakanmu Muhammad! Ia mengganggunya, mencacinya, memakinya, dan menghinannya dengan seburuk-buruk penghinaan. Lalu pergi meninggalkan keponakanmu; keponakanmu tak menimpalinya sedikitpun".
Mendengar itu Hamzah bergegas mencari Abu Jahal dan akan memukulnya. Didapatinya Abu Jahal sedang berada di dalam Masjid sedang duduk berdiskusi bersama orang-orang Quraisy, lalu Hamzah berjalan ke arahnya, mengangkat busur, dan memukulnya dengan keras sampai Abu Jahal terluka sangat parah.
Terlukalah Abu Jahal. Sangat parah. Hamzah berkata : "Apa engkau menhina keponakanku, padahal aku seagama dengannya?; dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah seperti apa yang ia persaksikan? Silakan balas jika engkau mampu!".
Beberapa orang dai Bani Makhzum mendekat untuk menolong Abu Jahal. Namun Abu Jahal berkata : "Biarkan saja Abu Umarah. Demi Allah aku telah menghina keponakannya dengan penghinaan yang buruk".
Sejak saat itu Hamzah masuk Islam dan mengikuti setiap ucapan Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam.
Ketika orang-orang Quraisy mengetahui bahwa Hamzah telah masuk Islam, mereka menyadari bahwa kini Muhammad telah kuat, terjaga, dan terlindungi. Bersebab itu, mereka hentikan sebagian teror terhadap Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasalaam.
Wallahu a'lam

0 comments:
Post a Comment