300x250 AD TOP

27.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #15 : Perlakuan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #15 : Perlakuan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad

Perlakuan ini terjadi sebelum Hamzah bin Abdul Muththalib memeluk Islam. Ketika itu, orang-orang Quraisy tengah gencar-gencarnya melancarkan teror kepada Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam; dan orang-orang yang telah mengikuti beliau.

Mereka memobilisasi orang-orang bodoh untuk mengusik, mendustakan, mencaci, dan menuduh beliau sebagai seorang penyair, penyihir, dukun, dan orang gila. Rasulullaah shalallahu 'alayhi wasallaam sedikitpun tak terpengaruh oleh teror mereka. Beliau terus berdakwah dengan menampakkan apa yang mereka tak sukai; 'menghina' agama mereka, meninggalkan berhala-berhala mereka, dan menjauhi kekafiran mereka.

Urwah bin Zubair berkata bahwa, "Aku pernah bertanya kepada Abdullah bin Amr: 'Berapa kali engkau melihat orang-orang Quraisy meneror Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam?'

Abdullah bin Amr berkata : "Suatu waktu, aku bertemu tokoh-tokoh Quraisy di Hijr. Mereka tengah membicarakan sepak terjang Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam. Mereka berkata: 'Sebelumnya aku selalu sabar menghadapi sesuatu sampai datang lelaki ini (Muhammad). Ia membathilkan mimpi-mimpi kita, mengata-ngatai leluhur kita, dan mencaci agama kita, memecah belah kita, dan juga menghina Tuhan-tuhan kita".

Saat tengah asyik berdiskusi, tetiba Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam muncul di dekat mereka melakukan thawaf di Ka'bah. Saat Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam melintasi mereka, dihinalah beliau. Sampai putaran ke-2, beliau tak menganggap mereka. Tetapi saat ketiga kalinya beliau melintasi mereka, beliau berhenti dan berkata kepada mereka: "Wahai orang-orang Quraisy demi Allah, apakah kalian tidak tahu bahwa aku datang untuk membinasakan kalian?"

Perkataan Rasulullah tersebut amat merasuk ke dalam hati orang-orang Quraisy, hingga seseorang diantara mereka terdiam bagai patung.

Karena terkaget, mereka berusaha mencabut perkataannya dan menenangkan beliau; meminta maaf dengan kata-kata yang sebaik mungkin. Kemudian Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam pergi meninggalkan tempat itu.

Keesokan harinya ketika orang-orang Quraisy tengah mengadakan pertemuan seperti biasa. Sebagian diantara mereka berkata : "Apakah kalian masih ingat kejadian kemarin di tempat ini? Sayang, ketika ia muncul di tengah kalian dengan memperlihatkan apa yang kalian benci, kalian membiarkannya".

Ketika mereka tengah dalam keadaan seperti itu, Rasulullah melintasi mereka lagi --saat melakukan thawaf-. Kali ini mereka serentak melompat lalu mengitari Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam dan berkata : "Engkaukah orang yang mengatakan ini dan itu?"

Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam menjawab : "Iya benar, akulah yang mengatakan semua itu"

Abdullah bin Amr berkata : "Aku melihat seseorang dari mereka memegang baju Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam". Atau dalam riwayat lain mengatakan bahwa ketika Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam tengah melakukan shalat di Ka'bah tiba-tiba datang 'Utbah bin Abu Mu'ith mencekik leher Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam sekuat tenaga dengan kainnya.

Kemudian Abu Bakar melintasi mereka dan berkata : "Apakah kalian akan membunuh seseorang hanya karena ia mengatakan, 'Tuhanku hanyalah Allah'?"

***

Ketika Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam sedang sujud di sekitar beberapa orang Quraisy, tetiba 'Uqbah bin Abi Mu'ith datang dengan membawa kotoran binatang, lalu melemparkannya ke atas punggung Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam. Beliau tak mengangkat kepalanya sampai anaknya, Fathimah radhiyallaahu 'anha datang membersihkan dan melaknati orang yang melakukan perbuatan keji tersebut.

Ath-Thabari dan Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa sebagian mereka pernah menaburkan tanah ke atas kepala Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam, ketika beliau sedang berjalan di sebuah lorong di Mekah, sehingga beliau kembali dengan keadaan kotor. Kemudian salah seorang anak perempuan beliau membersihkannya sembari menangis. Rasulullah menenangkan anaknya tersebut dengan berkata : "Wahai anakku, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya Allah melindungi bapakmu"

Demikian pula penyiksaan-penyiksaan yang dialami para sahabat sesampai ada di antara mereka buta, bahkan meninggal dunia. Tetapi semua itu tidak melemahkan semangat keimanan mereka.

Imam Bukhari dari Khabbab bin Al-Arit, ia berkata : "Aku datang menemui Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam, ketika beliau tengah berteduh di Ka'bah. Kepada beliau aku berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah anda tidak memohonkan pertolongan kepada Allah untuk kami? Apakah anda tidak berdoa untuk kami?' Beliau menjawab, 'Di antara orang-orang sebelum kamu dahulu ada yang disiksa dengan ditanam hidup-hidup, ada yang belah kepalanya menjadi dua, dan da pula yang disisir rambutnya dengan sisir besi hingga kulit kepalanya terkelupas. Tetapi siksaan-siksaan itu sedikitpun takmenggoyahkan tekad mereka untuk tetap mempertahankan agama. Demi Allah, Dia pasti akan mengakhiri semua persoalan ini sehingga orang berani berjalan dari Shan'a ke Hadhramaut tanpa rasa takut kepada siapapun juga selain kepada Allah, dan hanya takut kambingnya disergap serigala. Tetapi kalian tampak terburu-buru".

Wallahu a'lam

0 comments:

Post a Comment