300x250 AD TOP

18.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #6 : Keikutsertaan Rasulullah merekonstruksi Ka'bah (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #6 : Keikutsertaan Rasulullah merekonstruksi Ka'bah

Saat Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam berumur 25 tahun, orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbarui pembangunan ka'bah.

Ka'bah adalah 'rumah' yang pertama dibangun atas nama Allah, untuk menyembah Allah, dan mentauhidkanNya. Dibangun oleh bapak para Nabi, Ibrahim 'alayhissalaam bersama anaknya Ismail 'alayhissalaam berdasar pada wahyu Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa); 'Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'" (QS. Al-Baqarah[2] : 127)
Setelah itu, Ka'bah mengalami beberapa serangan yang mengakibatkan kerapuhan bangunannya. Diantaranya adalah banjir yang menenggelamkan Mekah beberapa tahun sebelum bi'tsah, sehingga menambah kerapuhan bangunannya. Hal ini tentu mengharuskan bangsa Quraisy untuk merekonstruksi ulang bangunan ka'bah.

Lagi, pada saat itu tengah terjadi keributan karena adanya beberapa orang yang mencuri harta kekayaan yang ada di dalam Ka'bah. Padahal harta tersebut tersimpan di sumur dalam Ka'bah.

Dalam kebimbangan --apa Allah murka jika Ka'bah direkontruksi- Tatkala Quraisy menyiapkan kayu-kayu yang hendak dijadikan atap Ka'bah (karena mereka ingin memberi atap pada Ka'bah) muncul ular yang selalu mendesis dan tegak menantang di sana, di sumur Ka'bah, Tetapi tak lama kemudian datang pertolongan lewat seekor burung yang memangsa ular tersebut. Orang Quraisy berkata, "Kita berharap semoga Allah ridhoi apa yang kira kerjakan"

Orang-orang Quraisy pun sepakat untuk meruntuhkan Ka'bah dan membangunnya kembali. Abu Wahb bin Amr berdiri dan berkata, "Wahai orang Quraisy janganlah sekali-kali membangun Ka'bah kecuali dengan uang yang halal. (Sebagian ada yang mengatakan bahwa itu perkataan Al-Walid bin Al-Mughirah)

Bagian 2

0 comments:

Post a Comment