300x250 AD TOP

27.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #14 : Tawaran Diplomasi kaum Quraisy

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #14 : Tawaran Diplomasi kaum Quraisy

Utbah bin Rabi'ah sang tokoh Quraisy ketika ia sedang duduk di balai pertemuan Daar An-Nadwah milik orang-orang Quraisy; dan Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam sedang duduk-duduk sendirian di Masjid berkata : "Hai orang-orang Quraisy, bagaimana jika aku berdiplomasi dengan Muhammad dan mengajukan tawaran-tawaran? Siapa tahu ia menerima sebagiannya, dengan maksud agar ia mau menghentikan dakwahnya?".

Peristiwa ini terjadi ketika Hamzah telah masuk Islam, dan orang-orang Quraisy melihat kekuatan Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam semakin besar.

Orang-orang Quraisy berkata : "Baiklah, temui dan berbicaralah dengannya!".

Utbah kemudian pergi menghampiri Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam dan duduk dekat beliau. Utbah berkata : "Hai, keponakanku, sesungguhnya engkau masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan kami. Engkau mempunyai kehormatan di antara kami; dan memiliki keluhuran nasab. Tetapi engkau telah merusak kemapanan kaummu; engkau memecah belah persatuan mereka, mencemoohkan mimpi-mimpi mereka, mencaci sesembahan dan agama mereka; mengkafirkan leluhur mereka. Dengarkan perkataanku, sebab aku akan mengajukan beberapa tawaran yang bisa engkau pikirkan dan semoga engkau bisa menerima sebagian tawaran-tawaran ini."

Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam berkata : "Katakanlah wahai Abu Al-Walid, aku pasti akan menyimak apa yang engkau katakan!".

Utbah berkata : "Wahai keponakanku, jika tujuan dakwahmu untuk mendapatkan harta, maka kami akan himpun seluruh harta kami agar engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami; jika tujuan dakwahmu adalah kehormatan, maka akan kami jadikan engkau pemimpin kami yang tidak ada satu perkara pun terlaksana tanpa keputusanmu; jika tujuan dakwahmu adalah kekuasaan, maka akan kami angkat engkau sebagai raja --dan sedemikian yang dikatakannya sampai tuntas-"

Rasulullah berkata : "Apa engkau telah selesai bicara wahai Abu Al-Walid?".

Utbah menjawab : "Ya".

Rasulullah berkata : "Maka simaklah baik-baik apa yang akan aku katakan".

Kemudian Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam membaca sebuah ayat,
Bismillahirrahmaanirrahiim, Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan. Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)" (QS. Fushshilat : 1-5)
Lalu Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam membacakan kelanjutkan ayat-ayat diatas; sementara Utbah ketika diperdengarkan ayat-ayat tersebut, duduk-serius mendengarkan sambil bersandar dengan kedua tangannya. Tatkala Rasulullah shalallahu 'alayhi wasallaam sampai pada ayat sajdah, beliau sujud, kemudian berkata : "Hai Utbah, engkau telah menyimak dengan jelas apa yang baru saja aku perdengarkan. Kini, terserah kepadamu mau dibawa kemana apa yang baru saja engkau dengarkan itu".

Utbah pulang menemui orang-orang Quraisy, mereka berkata kepada sebagian yang lain : "Demi Allah, aku melihat bahwa Utbah pulang membawa wajah berbeda dibanding saat ia berangkat tadi.

Mereka bertanya kepada Utbah : "Apa yang terjadi padamu, wahai Abu Al-Walid?".

Utbah menjawab : "Demi Allah, baru saja aku mendengar perkataan yang belum pernah aku dengar sebelum-sebelumnya. Demi Allah, perkataan tersebut bukanlah syair, bukan sihir, bukan pula perdukunan. Wahai orang-orang Quraisy, dengarkan aku! Serahkan perkara ini kepadaku, biarkanlah ia (Muhammad) dengan apa yang ia kerjakan. Biarkanlah dia! Demi Allah, ucapannya yang aku dengan tadi pada suatu saat akan menjelma menjadi kekuatan yang sangat besar" --atau sebagaimana yang ia katakan-

Orang-orang Quraisy berkata : "Ia telah mengguna-gunaimu dengan mantranya wahai Abu Al-Walid!"

Utbah berkata : "Ini hanya pendapatku saja tentang dia. Terserah kalian mau menerima atau tidak?!"

Wallahu a'lam

0 comments:

Post a Comment