![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Saat Ramadhan tahun itu, beliau berangkat ke Gua Hira' disertai istrinya. Malam itu, Allah memuliakan beliau dengan menganugerahkan kerasulan dan merahmati hamba-hamba-Nya dengan rahmat itu. Malaikat Jibril datang dengan membawa perintah Allah.
Rasulullah saw. bersabda, "Jibril mendatangiku dengan sehelai kain sutera, dimana dikain itu terdapat beberapa baris tulisan saat aku hendak terlelap."
Malaikat Jibril berkata: "Bacalah!"
Aku berkata: "Aku tak bisa membaca." Lalu Malaikat Jibril mendekapku dengan kain sutera tersebut. hingga seolah-olah aku telah mati, lalu melepaskanku kembali dan berkata: "Bacalah!"
Aku berkata: "Apa yang mesti aku baca?" Malaikat Jibril mendekapku kembali dengan kain sutera tadi, melepaskanku, dan berkata: "Bacalah!"
Aku mengatakan: "Apa yang mesti aku baca?" (begitu seterunsya sampai 3 kali) Aku katakan itu dengan harapan ia melepasku sebagaimana ia lakukan terhadap diriku sebelumnya.
Lalu ia (Jibril) berkata:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS. Al-'Alaq 1-5)Kemudian Jibril meninggalkanku, lalu aku terbangun --dari tidurku-. Aku merasa ada sesuatu yang terpahat didalam hati, lantas aku keluar dari Gua Hira'. Ketika aku berada di tengah-tengah gunung, aku mendengar suara dari langit: "Wahai Muhammad, engkau adalah utusan Allah sedangkan aku adalah Jibril"
Aku dongakkan kepalaku ke langit, saat itu aku melihat Jibril dalam sosok laki-laki yang membentangkan kakinya di ufuk-ufuk langit. Aku berdiri melihatnya bagaikan patung, kemanapun aku arahkan pandanganku disana terlihat Jibril.

0 comments:
Post a Comment