300x250 AD TOP

14.12.14

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #2 : Hubungan dakwah Nabi Muhammad dengan Nabi-Nabi terdahulu (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #2 : Hubungan dakwah Nabi Muhammad dengan Nabi-Nabi terdahulu

Nabi Muhammad shalallaahu 'alayhi wasallaam adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahnya.
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab: 40)
Dakwah Nabi Muhammad shalallaahu 'alayhi wasallaam dan Nabi sebelumnya berjalan atas prinsip penegasan dan penyempurnaan.

Dalam konteks penegasan, Aqidah adalah hal fundamental yang secara tegas telah Allah tetapkan sejak Manusia pertama, Nabi 'Adam 'alayhissalaam. Allah itu satu! Allah is One and only! Begitu tegas. Tanpa tapi.

Esensi Aqidah dari Nabi pertama, 'Adam 'alayhissalaam, sampai Nabi penutup, Muhammad shalallaahu 'alayhi wasallaam, adalah Iman kepada satu Tuhan, Allah subhanahu wata'ala; mensucikan-Nya dari segala sifat yang tak layak bagi-Nya, beriman kepada hari akhir, hisab, Neraka, dan Surga. Setiap Nabi mengajak ummatnya untuk mengimani pada perkara-perkara tersebut.
"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama" (QS. Asy-Syura: 13)
Tidak mungkin jika terjadi perbedaan risalah diantara para Nabi; tidaklah mungkin jika diutus seorang Nabi yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga, lalu kemudian diutus seorang Nabi setelahnya yang membawa risalah bahwa Allah adalah satu.

Bagian 2

0 comments:

Post a Comment