300x250 AD TOP

20.1.15

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #20 : Perlakuan kaum Quraisy terhadap orang-orang lemah yang baru memeluk Islam (1/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #20 : Perlakuan kaum Quraisy terhadap orang-orang lemah yang baru memeluk Islam.

Kaum Quraisy meneror orang-orang yang masuk Islam dan mengikuti Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam. Setiap kabilah menangkap kaum Muslimin yang berada di kabilahnya kemudian memenjarakan mereka; menghajar, membiarkan lapar dan haus, menjemur mereka di padang pasir Mekah jika musim panas sedang membara. Mereka menyiksa orang lemah diantara kaum Muslimin.

Di antara kaum Muslimin ada yang putar lagi haluan bersebab cobaan yang didera terasa amat berat; tetapi ada pula yang tetap tegar, kuat, dan beriman. Allah melindungi mereka dari orang-orang Quraisy.

Bilal; adalah mantan budak Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu. Awalnya ia dalah budak salah seorang dari Bani Jumah dan dilahirkan di Bani Jumah. Dialah Bilal bin Rabah. Ibunya bernama Hamamah. Bilal masuk Islam dengan hati tulus; hatinya bersih.

Umayyah bin Khalaf bin Wahb mengeluarkannya ketika matahari sedang di puncak teriknya. Ia membaringkannya di atas padang pasir Mekah, kemudian memerintahkan untuk menindihkan batu besar di atas tubuh Bilal. Umayyah berkata : "Demi Allah, engkau akan berada dalam kondisi seperti ini hingga engkau mati dan engkau membelot dari Muhammad; menyembah Al-Lata dan Al-Uzza".

Menghadapi cobaan itu, Bilal berkata : "Ahad (Esa), Ahad (Esa)"

Ibnu Ishaq berkata : Hisyam bin Urwah berkata kepadaku dari ayahnya, ia berkata : "Saat Bilal tengah disiksa dan mengatakan, 'Ahad, Ahad,' Waraqah bin Naufal berjalan melewatinya dan berkata 'Demi Allah, Ahad, dan Ahad, Bilal'". Kemudian ia menemui Umayyah bin Khalaf lalu berkata : "Allah, jika Bilal kemudian mati di tempat ini, dalam kondisi seperti ini, pasti aku akan memberkati tempat kematiannya". Demikianlah terus terjadi sampai Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu berjalan melewati mereka.

Abu Bakar berkata : "Mengapa engkau tidak tahut kepada Allah dari menyiksa orang miskin ini? Hingga kapan engkau menyiksanya?"

Umayyah bin Khalaf berkata : "Engkaulah yang membuatnya rusak. Oleh karena itu, selamatkan dia jika engkau suka!"

Abu Bakar menjawab : "Boleh! aku mempunyai budak hitam yang lebih kuat dan kekar daripada dia; lebih fanatik berpegang dengan agamamu. Bilal milikku, budakku menjadi milikmu!". Umayyah bin Khalaf setuju dengan kesepakatan yang diberikan Abu Bakar. Bilal kemudian dimerdekakan olehnya.

Pra Hijrah, Abu Bakar telah memerdekakan enam budak, Bilal merupakan budak ke-7 yang dibebaskannya. Keenam budak tersebut adalah : Amir bin Fuhairah. Ia terlibat di perang uhud dan syahid di perang Bi'ru Maunah, Ummu Ubais, Zinnirah yang ketika Abu Bakar membebaskannya ia tengah dalam kondisi buta karena penyiksaan terhadapnya; orang-orang Quraisy berkata : "Matanya telah diambil Al-Lata dan Al-Uzza". Zinnirah berkata : "Demi Baitullah, mereka bohong. Al-Lata dan Al-Uzza hanyalah patung yang tak bisa apa-apa". Kemudian Allah mengembalikan penglihatannya.

Kemudian memerdekakan An-Nadhiyyah dan putrinya. Keduanya milik seorang wanita dari Bani Abduddar. Kemudian Abu Bakar berjalan melewati wanita Muslimah Bani Muammil di perkampungan Bani Adi bin Ka'ab. Ketika itu Umar bin Khattab --saat masih musyrik- tengah menyiksanya hingga dirinya kelelahan. Umar bin Khattab berkata : "Aku berhenti menyiksamu hanyalah karena kelelahan". Wanita itu menjawab : "Demikianlah Allah berbuat terhadap dirimu". Kemudian Abu Bakar membeli budak wanita tersebut dan memerdekakannya.

Abu Quhafah berkata kepada Abu Bakar : "Aku lihat engkau cenderung memerdekakan mereka yang lemah. Andai saja engkau memerdekakan budak-budak yang kuat, niscaya mereka siap untuk melindungimu". Abu Bakar berkata : "Wahai ayahanda, aku hanya melakukan apa yang Allah inginkan". Salah seorang dari keluarga Abu Bakar berkata bahwa Allah telah menurunkan ayat-ayat tengang Abu Bakar dan tentang ucapan ayahnya kepadanya. Allah berfirman,
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. Sesungghnya kewajiban Kami-lah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah akhirat dan dunia. Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala. Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar benar mendapat kepuasan. (QS. Al-Lail : 5-21)
Bagian ke-2

0 comments:

Post a Comment