300x250 AD TOP

18.1.15

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #18 : Pertama kali Al-Quran dibacakan di depan umum

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #18 : Pertama kali Al-Quran dibacakan di depan umum.

Ibnu Ishaq berkata : Yahya bin Urwah bin Az-Zubayr bercerita kepadaku dari ayahnya yang berkata : Orang yang pertama kali membaca Al-Quran secara terbuka di depan umum di Mekah setelah Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam adalah Abdullah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu.

Pada suatu ketika, sahabat-sahabat Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam berkumpul, mereka berkata : "Demi Allah, orang-orang Quraisy belum pernah mendengar Al-Quran yang dibaca di depan umum. Siapakah yang berani memperdengarkannya kepada mereka?" Abdullah bin Mas'ud berkata : "Aku!" tegas. Para sahabat berkata : "Kami khawatir akan nyawa. Kami ingin ada orang yang mempunyai keluarga dapat melindunginya dari kaum Quraisy jika nanti mereka berbuat jahat". Abdullah bin Mas'ud berkata : "Biarkanlah aku melakukannya, karena Allah melindungiku".

Kemudian, Abdullah bin Mas'ud pergi ke Maqam pada waktu dhuha; pada saat orang-orang Quraisy sedang berkumpul di balai tempat mereka biasa berkumpul. Abdullah bin Mas'ud berdiri di Maqam tersebut, lalu membaca dengan nyaring,
Arrahmaan. 'Allamalquraan; Tuhan yang Maha Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran. (QS. Ar-Rahman : 1-2)
Abdullah bin Mas'ud melanjutkan bacaannya, sedang orang-orang Quraisy sebagian ada yang merenungkannya, sebagian yang lain bahkan berkata : "Apa yang dibaca anak Ummu Abd ini?", sebagian lagi berkata : "Ia sedang membacakan apa yang dibawa Muhammad".

Mereka bangkit bergerak mendekati Abdullah bin Mas'ud lalu menghajarnya; tetapi Abdullah bin Mas'ud sedikitpun tak bergeming, dia tetap melanjutkan sampai ayat sekian. Setelah selesai, kemudian Abdullah bin Mas'ud pergi menemui sahabat dengan wajah yang terluka. Mereka berkata kepada Abdullah bin Mas'ud : "Itulah yang kami khawatirkan atas dirimu". Abdullah bin Mas'ud berkata : "Musuh-musuh Allah itu tak lah lebih hina dalam pandanganku daripada mereka sejak sekarang. Jika kalian menghendaki, besok pagi akan aku lakukan lagi". Mereka berkata : "Jangan! Cukuplah. Engkau telah memperdengarkan kepada mereka sesuatu yang tak mereka suka".

Wallahu a'lam

0 comments:

Post a Comment