![]() |
| jejakperadaban.com | Sirah Nabawi |
Pasca perundingan yang disiasatkan oleh kaum Quraisy (Tawaran diplomasi 1 & 2) ditolak oleh Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam, salah seorang pentolan Quraisy berkata : "Kami menyembah para malaikat, karena mereka adalah anak-anak perempuan Allah". Ucapan mereka diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Israa' : 90-92.
Seusai mengatakan itu kepada Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam, beliau bangkit diikuti Abdullah bin Abu Umayyah. Dia berkata : "Hai Muhammad, kaummu telah mengajukan dengan demikian banyak tawaran menggiurkan kepadamu, namun, semuanya engkau tolak. Mereka memintamu bukti akan kedudukanmu di sisi Allah sebagaimana pengakuanmu, agar kami membenarkanmu, namun engkau tidak juga mengabulkannya. Mereka memintamu menunjukkan kesaktianmu hingga mereka mengetahui kelebihanmu atas mereka, namun engkau tidak juga mampu membuktikannya. Mereka meminta percepatan siksa yang engkau ancamkan pada mereka, namun engkau tak mewujudkannya. Demi Allah, jika sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengimanimu hingga engkau membangun tangga ke langit, kemudian engkau naik kelangit melalui tangga itu dan aku melihatmu tiba di sana, setelah itu engkau mengambul empat malaikat yang memberi kesaksian untukmu bahwa yang engkau katakan memang benar. Demi Allah, jika engkau tidak mau melakukannya, jangan harapkan aku membenarkanmu".
Kemudian Abdullah bin Umayyah pergi meninggalkan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam; Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam pelang dengan perasaan sedih.
Selang beberapa saat dari kejadian di atas tadi, Abu Jahal merencanakan niat jahatnya untuk mengganggu Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam saat beliau sedang shalat. Ketika sujud, Abu Jahal mengambil sebuah batu dan hendak memukulkannya. Tetapi saat dia dekat dengan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam, mukanya berubah pucat pasi dan lari terbirit-birit. Orang Quraisy bergegas menemui Abu Jahal dan berkata : "Apa yang terjadi padamu wahai Abu Jahal?".
Abu Jahal berkata : "Aku berjalan kepada Muhammad untuk melakukan apa yang aku katakan pada kalian semalam. Saat aku dekat dengannya, tetiba muncullah seekor unta. Demi Allah, aku belum pernah melihat kepala unta, pangkal lehernya, dan taringnya seperti unta itu. Aku sangat takut unta tersebut akan menerkam diriku".
Ketika Abu Jahal tertekan seperti itu, bangkitlah An-Nadhr bin Al-Harits dan berkata : "Wahai orang-orang Quraisy, demi Allah, sungguh telah datang kepada kalian sesuatu yang tidak bisa kalian berkilah darinya. Sungguh sebelum ini Muhammad di mata kalian adalah anak muda belia, orang yang paling diterima di sisi kalian, dan orang yang paling tampak kejujurannya. Hingga ketika kalian lihat dia mulai beruban dan dia datang kepada kalian dengan ajaran yang dibawanya, kalian lalu menuduhnya sebagai penyihir, dukun, penyair, dan orang gila. Tidak, demi Allah, ia bukan penyihir, dukun, penyair, dan orang gila. Wahai orang-orang Quraisy, pikirkan persoalan ini dengan cermat, karena demi Allah, sebuah masalah besar telah merongrong kehidupan kalian.
Bagian ke-2

0 comments:
Post a Comment