300x250 AD TOP

13.1.15

Tagged under: ,

Sirah Nabawi #17 : Rasulullah, kaum Quraisy, dan tafsir surat Al-Kahfi (2/2)

Sejarah Nabi Muhammad Lengkap
jejakperadaban.com | Sirah Nabawi
Sirah Nabawi #17 : Rasulullah, kaum Quraisy, dan tafsir surat Al-Kahfi

An-Nadhr adalah salah satu gembong yang membuka front permusuhan dengan Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam. Ia pernah pergi ke Al-Hirah dan di sana ia sering mendengar cerita-cerita tentang raja persia, kisah tentang rustum, dan isfandiyar. Jika Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam berkhotbah di satu tempat untuk mengajak kaumnya ingat kepada Allah, mengingatkan mereka tentang hukuman Allah yang diterima orang-orang sebelum mereka. Setelah beliau selesai, An-Nadhr selalu duduk di tempat Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam tadi duduk dan berkata : "Demi Allah, wahai orang-orang Quraisy, ucapanku lebih bagus daripada ucapan Muhammad. Sekarang kemarilah, niscaya aku campaikan kepada kalian tutur kata yang jauh lebih indah daripada perkataan Muhammad!"

Al-Qur'an menyuratkan delapan ayat tentang An-Nadhr yaitu firman Allah,
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala" (QS. Al-Qalam : 15)
Usai berkata demikian, An-Nadhr mengutus beberapa orang Quraisy untuk menemui pendeta-pendeta Madinah dan berpesan : "Bertanyalah kalian kepada rabi-rabi Yahudi tentang Muhammad, sifat-sifat, serta ucapannya. Sesungguhnya mereka adalah yang pertama diberi kitab; mereka lebih mengetahui tentang para nabi sedangkan kalian tidak".

Berangkatlah mereka ke Madinah. Ketika bertemu dengan rabi-rabi Yahudi mereka menyampaikan apa yang orang Quraisy pesankan; mereka menjelaskan tentang sifat dan ucapan-ucapan Muhammad shalallaahu 'alayhi wasallaam. Mereka berkata : "Sesungguhnya kalian telah diberti Taurat, dan kami datang kepada kalian untuk bertanya tentang sahabat kami".

Ibnu Ishaq berkata : rabi-rabi Yahudi itu kemudian berkata "Tanyakanlah tiga hal kepada sahabatmu itu. Jika ia mampu menjawab ketiga hal tersebut, pastilah ia seorang Nabi juga Rasul. Tetapi kalau ia tidak mampu menjawabnya, kalian akan tahu kebohongannya. Tanyakan kepada mereka tentang pemuda-pemuda (Ashabul Kahfi) yang meninggal pada periode pertama dan bagaimana kabar mereka? Sebab mereka mempunyai kisah yang menarik. Kemudian tanyakan mengenai seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat; seperti apa kisahnya? Lalu tanyakan juga padanya tentang ruh; apa itu ruh? Jika ia bisa menjawab ikutilah dia, jika tidak maha kalian bebas melakukan apa saja terhadapnya.

Setelah selesai semua urusan mereka di Madinah, mereka bergegas kembali ke Mekah dan mengabarkan kepada orang-orang Quraisy tentang apa yang mereka dapatkan. Mereka berkata : "Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kami datang membawa sebuah kabar kepada kalian. Rabi-rabi Yahudi menyuruh kita untuk menanyakan tiga hal kepada Muhammad, jika ia mampu menjawab maka ia seorang Nabi, jika ia tidak mampu menjawab, maka kalian bebas menilai seperti apa dirinya".

Mereka pun menemui Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam dan menanyakan tiga hal tadi; "Hai Muhammad, ceritakan pada kami tentang anak-anak muda (Ashabul Kahfi) yang meninggal pada periode pertama, karena mereka mempunyai kisah yang menarik hati, lalu kisah seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat, serta apa itu ruh?"

Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam menjawab : "Semua pertanyaan kalian aku jawab esok pagi". Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam menyanggupinya tanpa mengatakan in syaa Allah. Setelah itu mereka berbalik pulang.

Menurut pakar sejarah, Rasulullah shalalallaahu 'alayhi wasallaam selama lima belas malam tidak menerima wahyu. Malaikat Jibril tidak datang kepada beliau, hingga membuat gusar penduduk Mekah. Mereka berkata : "Muhammad menjanjikan sebuah jawaban pada kita besok pagi, tetapi sekarang sudah berlalu lima belas malam".

Rasulullah shalalallaahu 'alayhi wasallaam berduka karena wahyu terputus dari beliau. Baru setelah itu datanglah malaikat Jibril dengan membawa surat Al-Kahfi. Selain --di ayat-ayat awal- Allah menjelaskan tentang kenabian kekasihnya, Muhammad, Allah juga menegur Rasulullah shalalallaahu 'alayhi wasallaam karena tidak mengatakan in syaa Allah. Allah berfirman,
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut) : 'In syaa Allah'. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah 'Mudah-mudahan Tuhanku memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini". (QS. Al-Kahfi : 23-24)
Kemudian Allah berfirman tentang anak-anak muda (Ashabul Kahfi) di QS. Al-Kahfi ayat 18-21,
Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya". Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya". (QS. Al-Kahfi 18-21)
Lalu di ayat lain,
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan". (QS. Al-Kahfi 25-26)
Allah juga berfirman tentang pengembara yang menjelajahi timur dan barat (Zulqarnain) di QS. Al-Kahfi ayat 83-84
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya". Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di muka bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu. (QS. Al-Kahfi 83-84)
Allah juga berfirman tentang ruh,
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah : "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. (QS. Al-Isra' : 85)

Wallahu a'lam

Kembali ke bagian 1

0 comments:

Post a Comment